-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
PLTS Sudah Terangi Pulau Sembur, Komdigi Dorong Konektivitas Buka Akses Pasar
Batam (Infrastruktur Digital) - Kehadiran listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Sembur, Batam, Kepulauan Riau, membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi masyarakat pesisir. Untuk melanjutkan manfaat tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong penguatan konektivitas digital agar nelayan dan koperasi setempat dapat mengakses informasi serta pasar yang lebih luas.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto menyampaikan hal tersebut saat meninjau Unit Perikanan dan Pelayanan Nelayan berbasis PLTS di Pulau Sembur, Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, Kota Batam, Senin (21/9/2026).
“Digitalisasi harus membantu koperasi jualan dan nelayan mendapatkan pasar,” tegas Wayan Toni.
Menurut Wayan, ketersediaan energi listrik menjadi fondasi bagi pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, manfaat tersebut perlu diperkuat dengan konektivitas digital agar pelaku usaha di wilayah kepulauan tidak hanya mampu memproduksi dan menyimpan hasil perikanan, tetapi juga memperoleh informasi pasar dan menjangkau pembeli secara lebih luas.
“Dengan listrik dan konektivitas digital, Kelurahan Galang Baru bisa mengembangkan ekosistem ekonomi pesisir yang lebih baik,” jelasnya.
Dalam peninjauan tersebut, Wayan bersama Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi Panel Barus, Direktur Utama Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) John Anis, Wakil Ketua Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia (APAMSI) Hengky Witarsa, Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital Infra Maulana serta pejabat pusat maupun daerah untuk melihat langsung pemanfaatan energi surya untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat.
Rombongan meninjau fasilitas PLTS yang terintegrasi dengan mesin pembuat es dan cold storage atau ruang pendingin milik Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Galang Baru. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai usaha perikanan, mulai dari penyediaan es hingga penyimpanan hasil tangkapan.
PLTS Pulau Sembur telah beroperasi dan memasok listrik untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat. Ketersediaan listrik tersebut memungkinkan fasilitas seperti ice maker dan cold storage beroperasi untuk mendukung aktivitas nelayan dan koperasi.
Selain fasilitas perikanan, rombongan juga melihat budi daya ikan melalui keramba jaring apung serta penebaran benih ikan kerapu menggunakan perahu listrik.
Wayan menjelaskan, konektivitas digital yang didorong di Pulau Sembur tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan komunikasi, tetapi diarahkan menjadi bagian dari ekosistem usaha masyarakat.
Dalam kegiatan perikanan, pemanfaatan teknologi digital dapat mendukung pencatatan ketersediaan es, stok cold storage, hingga transaksi koperasi. Nelayan juga dapat memperoleh informasi harga pasar dengan lebih cepat sehingga memiliki referensi ketika menjual hasil tangkapan.
“Informasi hasil tangkapan, stok, harga, dan kebutuhan pembeli bisa dipertukarkan lebih cepat antara nelayan dan koperasi. Ini yang kita ingin dorong melalui konektivitas digital,” ujar Wayan.
Konektivitas juga diharapkan membuka akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik, termasuk layanan pemerintahan, perbankan, serta pendidikan jarak jauh.
Langkah tersebut menjadi semakin penting seiring rencana KKMP Galang Baru mengembangkan usaha dari sekadar penyediaan es menuju penyerapan dan pemasaran hasil tangkapan nelayan di perairan Galang Baru.
Dengan dukungan konektivitas, rantai usaha tersebut dapat terhubung secara lebih cepat dan luas. Nelayan dapat mengetahui kebutuhan pasar, koperasi dapat mengelola stok dan transaksi secara lebih tertata, sementara hasil tangkapan berpeluang dipasarkan melalui kanal digital di luar pasar lokal.
Pengembangan Pulau Sembur pun diharapkan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur dasar, tetapi berkembang menjadi ekosistem ekonomi pesisir yang memadukan energi bersih, konektivitas digital, koperasi, dan produktivitas masyarakat.
“Listrik membuka peluang untuk produktivitas. Konektivitas digital membuka peluang untuk pasar. Keduanya harus berjalan bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Wayan.
Sumber/ Foto: Humas Infrastruktur Digital.