-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
Perkuat Infrastruktur Digital, Komdigi Dorong Pusat Data Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Denpasar (Infrastruktur Digital) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong pengembangan pusat data yang terintegrasi dengan jaringan telekomunikasi, serat optik, dan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) untuk memperkuat infrastruktur digital nasional. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan keandalan layanan digital sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto, menyampaikan hal tersebut dalam forum Bali Tech Week 2026 bertajuk Data Center: Infrastructure and the Next Digital Frontier di Bali Beach Convention Center, Sanur, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, pusat data tidak dapat dikembangkan secara terpisah dari infrastruktur pendukung lainnya. Konektivitas, pasokan listrik, sistem pendinginan, keamanan, dan kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk memastikan pusat data beroperasi secara optimal.
“Pembangunan infrastruktur digital tidak cukup hanya berorientasi pada penambahan kapasitas. Kita perlu memastikan jaringan dan pusat data terintegrasi, andal, serta mampu mendukung kebutuhan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi digital,” ujar Wayan.
Integrasi jaringan dan pusat data memungkinkan pemanfaatan layanan komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan artifisial (AI) yang mendukung berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, keberhasilan infrastruktur digital perlu diukur tidak hanya dari cakupan jaringan, tetapi juga kualitas layanan, kecepatan pertukaran data, ketahanan infrastruktur, dan manfaat nyata bagi pengguna.
Ke depan, Komdigi mendorong penyelarasan pengembangan SKKL, jaringan backbone serat optik darat, dan pusat data untuk memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus membuka peluang pengembangan pusat data regional, termasuk di Indonesia timur. Pengembangan tersebut perlu mempertimbangkan kebutuhan pasar, kesiapan jaringan, pasokan energi, serta dukungan infrastruktur dasar agar investasi dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Menuju 2030, kita perlu membangun ekosistem pusat data yang siap mendukung AI, memiliki konektivitas yang kuat, pasokan energi yang andal, dan benar-benar dimanfaatkan. Tujuannya bukan sekadar membangun pusat data, melainkan menjadikan kapasitas komputasi sebagai penggerak ekonomi Indonesia,” tambah Wayan.
Selain penguatan infrastruktur fisik, pengembangan talenta digital dan peningkatan keterlibatan industri dalam negeri juga menjadi perhatian. Kolaborasi pemerintah, operator jaringan, penyedia energi, industri, dan institusi pendidikan diperlukan untuk menciptakan nilai tambah dari investasi pusat data.
Melalui langkah tersebut, Indonesia diharapkan dapat memperkuat daya saing infrastruktur digital, meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat, serta berkembang menjadi simpul interkoneksi digital regional yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Sumber/ Foto: Humas Infrastruktur Digital.