-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
Komdigi Perkuat Ekosistem Infrastruktur Digital untuk Dukung Pertumbuhan AI dan Pusat Data
Jakarta (Infrastruktur Digital) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memperkuat ekosistem infrastruktur digital nasional guna menjawab meningkatnya kebutuhan komputasi, perkembangan kecerdasan artifisial (AI), serta pertumbuhan industri pusat data di Indonesia.
Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Data Center Asia Indonesia (DCAI) 2026 yang berlangsung pada 2–5 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Mengusung tema “Adapting to Global Challenges: Indonesia’s Data Center Landscape in 2026”, forum ini mempertemukan pemerintah, asosiasi, pelaku industri, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas arah serta tantangan pengembangan industri pusat data di Indonesia.
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, mengatakan pengembangan infrastruktur digital nasional perlu dilakukan secara terintegrasi dengan memperhatikan sejumlah aspek, mulai dari konektivitas, pusat data, energi, keamanan, hingga kesiapan sumber daya manusia.
“Komdigi bertindak sebagai orkestrator yang menjembatani industri pusat data dengan pemangku kepentingan kelistrikan nasional,” ujar Denny dalam sesi diskusi Future Outlook: Indonesia as a Digital Hub, Rabu (2/9/2026).
Denny menjelaskan, Komdigi tengah menyiapkan sejumlah peta jalan untuk memperkuat ekosistem infrastruktur digital nasional, mencakup mobile broadband, fixed broadband, serta peta jalan terintegrasi untuk pusat data dan kabel laut internasional.
Dalam lima tahun ke depan, Komdigi menargetkan perluasan jaringan serat optik hingga 90 persen kecamatan dan cakupan mobile broadband hingga 98 persen populasi. Penguatan konektivitas tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk mendukung pertumbuhan pusat data, ekonomi digital, serta pemanfaatan teknologi AI.
Menurut Denny, pembangunan pusat data juga tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan lahan, konektivitas, serta pasokan energi yang andal dan berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, industri, serta pemangku kepentingan terkait diperlukan untuk menciptakan kepastian sekaligus mendukung iklim investasi pusat data di Indonesia.
“Komdigi juga tengah merumuskan roadmap infrastruktur digital terintegrasi yang mencakup empat aspek ketahanan, yakni kesiapan fisik dan tata ruang, keandalan jaringan konektivitas, kolaborasi pertahanan siber, serta pengembangan talenta digital” jelasnya.
Pengembangan tersebut diarahkan agar tidak terkonsentrasi di wilayah tertentu. Pemerintah mendorong munculnya kawasan-kawasan strategis baru yang memiliki kesiapan infrastruktur, energi, konektivitas, tata ruang, regulasi, dan kemudahan investasi sehingga pertumbuhan industri pusat data dapat berlangsung lebih merata.
Selain infrastruktur, keberlanjutan energi dan keamanan siber menjadi bagian penting dalam pengembangan pusat data. Kebutuhan terhadap energi bersih yang andal perlu berjalan beriringan dengan penguatan sistem keamanan dan ketahanan siber untuk melindungi infrastruktur digital yang semakin strategis.
Melalui DCAI 2026, pemerintah dan industri juga memperkuat kolaborasi untuk membangun ekosistem pusat data yang aman, tangguh, berkelanjutan, dan tersebar di berbagai kawasan Indonesia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia sebagai regional digital hub yang mampu menyediakan infrastruktur digital untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital, kebutuhan komputasi, dan perkembangan teknologi AI secara berkelanjutan.
Sumber/ Foto: Humas Infrastruktur Digital/ Direktorat Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital.