-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Komdigi Tekankan Konektivitas, Pertumbuhan dan Perlindungan
Jakarta (Infrastruktur Digital) – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan bangsa melalui pembangunan konektivitas digital yang merata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perlindungan masyarakat di ruang digital.
Dalam sambutannya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid menegaskan bahwa semangat persatuan yang diwariskan pada pemuda pada 28 Oktober 1928 harus terus dijaga dan diwujudkan dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi digital.
“Persatuan yang dibangun oleh para pemuda pada masa itu merupakan perjuangan besar. Dengan keterbatasan sarana komunikasi dan infrastruktur, para pemuda dari berbagai wilayah Indonesia mampu menyatukan tekad untuk mewujudkan cita-cita kebangsaan. Menjaga persatuan selama hampir satu abad, bukanlah hal yang mudah. Semangat para pemuda yang mampu bersatu ditengah keterbatasan harus menjadi inspirasi bagi kita untuk terus memperkuat persatuan Indonesia,” ujar Meutya pada Rabu (28/10/2026).
Seiring perkembangan teknologi, pembangunan konektivitas digital menjadi salah satu upaya strategis untuk menghubungkan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah bersama sektor swasta terus memperluas pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Cakupan wilayah Indonesia yang terhubung dengan jaringan 4G telah mencapai sekitar 98 hingg hamper 99 persen.
Namun, Pembangunan konektivitas tidak cukup hanya berorientasi pada perluasan akses. Infrastruktur Digital juga harus memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Pembangunan konektivitas digital diharapkan mampu memperkuat persatuan sekaligus mewujudkan Indoensia yang semakin terhubung, tumbuh, dan terjaga.
“Konektivitas digital perlu diiringi dengan tanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi. Ruang digital harus digunakan untuk mendukung produktivitas dan memperkuat persatuan. Jika infrastruktur digital hanya digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian dan misinformasi yang memecah belah bangsa, kita justru mengkhianati semangat para pemuda yang telah mempersatukan Indonesia,” tegasnya.
Pentingnya memastikan ruang digital yang aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Perlindungan terhadap ancaman penipuan digital serta berbagai risiko di ruang siber harus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang sehat dan terpercaya.
“Upacara Hari Sumpah Pemuda tidak semata-mata kegiatan seremonial semata, melainkan pengingat setaip individu untuk terus memperkuat komitmen dalam menjalankan peran dan tanggungjawab masing-masing dalam menjaga keutuhan bangsa. Semangat Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Tanah Air Indonesia, tutupnya.”
Upacara Hari Sumpah Pemuda mengusung tema Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia, kegiatan yang bertempat di Lapangan Anantakupa Kementerian Komunikasi dan Digital dihadiri oleh Pejabat Tinggi Madya, Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Struktural, dan Staf dilingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Sumber/Foto: Humas Ditjen Infrastruktur Digital