-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
PDG Bangun Data Center 240 MW, Perkuat Fondasi Indonesia Menuju Ekosistem Digital Berbasis AI
Bekasi (Infrastruktur Digital) – Pembangunan infrastruktur digital Indonesia memasuki fase baru seiring dimulainya pembangunan JC4 Data Center milik Princeton Digital Group (PDG) berkapasitas 240 Megawatt (MW) di Kawasan Industri GIIC, Kota Deltamas, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (30/6/2026).
Pembangunan JC4 menambah kapasitas pusat data PDG di Indonesia hingga mencapai total 400 MW. Ekspansi tersebut sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan.
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Denny Setiawan, mengatakan investasi pusat data memiliki peran strategis dalam memperkuat fondasi transformasi digital nasional. Seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI), kebutuhan terhadap kapasitas komputasi, konektivitas, keamanan, serta dukungan energi yang andal turut meningkat.
Menurutnya, pengembangan pusat data tidak dapat dipandang sebagai pembangunan fasilitas yang berdiri sendiri. Infrastruktur tersebut perlu terhubung dengan ekosistem digital yang lebih luas, termasuk Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) dan jaringan broadband, sehingga distribusi data dapat berlangsung lebih efisien dengan tingkat latensi yang rendah.
“Pusat data menjadi salah satu fondasi penting transformasi digital karena berbagai sektor, mulai dari layanan publik, keuangan, kesehatan, pendidikan, hingga industri, semakin bergantung pada infrastruktur digital yang aman, tangguh, dan berkinerja tinggi,” ujar Denny.
Kebutuhan tersebut semakin relevan di tengah perkembangan AI yang membutuhkan kapasitas komputasi dalam skala besar. Karena itu, pembangunan JC4 diharapkan tidak hanya menambah kapasitas pusat data nasional, tetapi juga memperkuat kesiapan Indonesia dalam mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan komputasi dan layanan digital di masa mendatang.
Di sisi lain, pertumbuhan infrastruktur digital perlu berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan. Pusat data membutuhkan konsumsi energi yang besar sehingga pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi hijau (green energy) untuk mendukung pertumbuhan industri pusat data sekaligus menjaga komitmen terhadap pengurangan emisi karbon.
Investasi JC4 juga diharapkan memberikan dampak yang lebih luas terhadap ekosistem digital nasional. Kehadiran kapasitas baru dapat membuka peluang bagi investasi lanjutan di sektor teknologi, mendorong inovasi, serta menciptakan lapangan kerja bernilai tinggi bagi masyarakat Indonesia.
Komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia turut menjadi perhatian PDG. Co-Founder sekaligus Chief Operating Officer PDG, Varoon Raghavan, menegaskan pentingnya pengembangan talenta lokal untuk mendukung keberlangsungan operasional pusat data dalam jangka panjang. PDG berkomitmen merekrut sekaligus meningkatkan kompetensi talenta Indonesia seiring dengan ekspansi infrastrukturnya.
Dimulainya pembangunan JC4 mempertemukan pemerintah, investor, pelaku industri, dan pemangku kepentingan dalam satu ekosistem kolaborasi. Bagi pemerintah, pembangunan infrastruktur digital tidak berhenti pada penambahan kapasitas, tetapi harus mampu menciptakan fondasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital secara berkelanjutan.
Dengan tambahan kapasitas 240 MW, JC4 menjadi bagian dari langkah memperkuat infrastruktur digital Indonesia di tengah akselerasi AI dan meningkatnya kebutuhan komputasi. Lebih jauh, investasi ini diharapkan menjadi pengungkit bagi hadirnya inovasi, investasi teknologi, pengembangan talenta, dan semakin kuatnya posisi Indonesia dalam ekosistem digital regional.
Sumber/Foto : Humas Infrastrukut Digital/ Direktorat Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital