-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
LabVIEW Percepat Proses Pengujian Perangkat di BBPPT
Bogor (SDPPI) - Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT) Ditjen SDPPI akan membangun otomatisasi pengujian perangkat telekomunikasi dengan menggunakan perangkat lunak berbasis LabVIEW (Laboratory Virtual Instrumentation Engineering Workbench) sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan.
Dengan otomatisasi pengujian berbasis LabVIEW maka proses pengujian menjadi lebih cepat sehingga memperkecil jumlah antrean perangkatyang akan diuji di laboratorium BBPPT. LabVIEW merupakan aplikasi pada komputer yang digunakan untuk pemrosesan dan visualisasi data.
Aplikas ini dapat digunakan untuk menyederhanakan pengujian satu perangkat telekomunikasi dengan menggunakan banyak parameter dan menggunakan satu atau beberapa alat ukur yang berbeda.
“Kedepannya, pengujian SAR dan EMC yang akan diterapkan di BBPPT juga dapat disederhanakan dengan menggunakan LabVIEW, dan saya akan menyusun tim khusus yang beranggotakan personel penguji yang memiliki kemampuan IT tingkat lanjut untuk meng-upgrade LabVIEW. Semua ini kita lakukan untuk pelayanan pengujian yang lebih baik," kata Kepala Bidang Sarana Teknik BBPPT Dodik Sudiyono dalam pelatihan LabVIEW di Bogor, Jawa Barat, Senin.
Pelatihan LabVIEW tahap 1 pada 4 hingga 8 September 2017 yang diikuti para petugas penguji perangkat telekomunikasi itu diselenggarakan sebagai bagian dari persiapan implementasi LabVIEW di laboratorium pengujian BBPPT.
Saat ini pengujian di BBPPT masih dilaksanakan secara manual, sedangkan satu unit perangkat telekomunikasi memerlukan pengukuran dengan beberapa paramater menggunakan satu alat ukur atau lebih yang cukup memakan waktu.
Setelah mengikuti pelatihan, para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan kemampuannya untuk dapat membuat algoritma atau program pengujian yang tidak berdasarkan persyaratan teknis saja, tetapi mengikuti metode pengambilan data yang ditulis dalam ETSI.
(Sumber/Foto : Jati Wahyu Handari)