-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
Komdigi Tetapkan Pemenang Seleksi Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Internet Lebih Cepat dan 538 Desa Segera Terhubung
Jakarta (Infrastruktur Digital) – Pemerintah terus memastikan setiap sumber daya strategis negara memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menetapkan pemenang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz Tahun 2026 setelah seluruh tahapan seleksi, termasuk masa sanggah, selesai dilaksanakan.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa penetapan pemenang seleksi menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi digital nasional melalui peningkatan kualitas layanan telekomunikasi di seluruh Indonesia.
"Komdigi memastikan bahwa lelang frekuensi ini memberikan manfaat nyata dan merata bagi masyarakat. Ujungnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat di level akar rumput," ujar Meutya, Selasa (21/7/2026)
Pemanfaatan tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz akan meningkatkan kapasitas jaringan seluler nasional sehingga masyarakat dapat menikmati layanan internet bergerak yang lebih cepat, lebih stabil, dan semakin terjangkau. Pengelolaan spektrum melalui mekanisme seleksi ini juga diproyeksikan menghasilkan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp6 triliun pada tahap awal, dengan proyeksi total penerimaan mencapai Rp29,9 triliun dalam sepuluh tahun.
Sebagai bagian dari komitmen pemenang seleksi, pemerintah mewajibkan penyediaan layanan 4G di 538 desa dan kelurahan yang hingga kini belum memiliki atau masih mengalami keterbatasan sinyal. Selain itu, para pemenang juga harus memenuhi cakupan layanan 5G minimal 51 persen dari populasi nasional pada tahun kelima, dengan target peningkatan kecepatan rata-rata mobile broadband hingga 100 Mbps pada tahun 2029.
Menurut Meutya, perluasan konektivitas tersebut akan membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan digital, hingga peluang ekonomi yang lebih luas, terutama di wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal.
“Konektivitas yang semakin merata dan andal juga menjadi fondasi berbagai program prioritas nasional, mulai dari Sekolah Rakyat, digitalisasi pembelajaran di lebih dari 1.000 lokasi sasaran, penguatan layanan publik digital, hingga pemberdayaan ekonomi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan digitalisasi UMKM” jelas Menkomdigi.
Komdigi menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta. Tahapan seleksi dilakukan sesuai dokumen seleksi, mulai dari pengumuman, aanwijzing dan simulasi, evaluasi administrasi, lelang harga secara elektronik (e-auction), pengumuman hasil seleksi, hingga masa sanggah sebelum penetapan pemenang melalui Keputusan Menteri.
Berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital, pemenang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz adalah PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, PT Telekomunikasi Selular, dan PT Indosat Tbk. Sementara itu, pemenang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,6 GHz adalah PT Telekomunikasi Selular, PT Indosat Tbk, dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk.
Meutya menambahkan, setelah menyelesaikan proses seleksi pita frekuensi 1,4 GHz pada akhir 2025 serta penetapan pemenang seleksi 700 MHz dan 2,6 GHz, pemerintah akan melanjutkan persiapan pemanfaatan pita frekuensi 900 MHz untuk menjawab kebutuhan konektivitas yang terus meningkat.
“Bagi pemerintah, spektrum frekuensi radio bukan sekadar sumber daya yang dialokasikan kepada penyelenggara telekomunikasi, melainkan fondasi utama pembangunan infrastruktur digital nasional. Pemanfaatan spektrum yang optimal akan memperluas akses internet, memperkuat daya saing ekonomi digital, meningkatkan kualitas layanan publik, menarik investasi, serta memastikan seluruh masyarakat, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), memperoleh kesempatan yang sama dalam memanfaatkan teknologi digital” tutupnya.
Sumber/ Foto: Humas Infrastruktur Digital.