-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
Komdigi Perkuat Fondasi Infrastruktur Digital untuk Tingkatkan Daya Saing Indonesia di Era AI
Jakarta (Infrastruktur Digital) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital nasional melalui penguatan ekosistem digital dan pembangunan infrastruktur yang adaptif terhadap perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Komitmen tersebut disampaikan pada Opening Ceremony Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center, Senayan, pada Rabu (5/8/2026). Sebagai forum kolaborasi pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan dalam mendorong terwujudnya visi Indonesia Digital 2045.
Mewakili Menteri Komunikasi dan Digital, Direktur Jenderal Ekosistem Digital, Edwin Hidayat Abdullah, membuka kegiatan sekaligus menyampaikan arah pembangunan Indonesia Digital 2045 melalui tiga pilar utama, yaitu Terhubung (Connected), Tumbuh (Growing), dan Terjaga (Secure).
"Ketiga pilar ini bukanlah agenda yang terpisah. Terhubung untuk membuka peluang, Tumbuh untuk menciptakan nilai dan memperkuat kapabilitas masyarakat, Terjaga untuk memastikan bahwa proses digital berjalan aman dan terpercaya," ujarnya, Rabu (05/08/2026).
Edwin menjelaskan bahwa transformasi digital harus menghasilkan meaningful connectivity, yakni konektivitas yang mampu membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, peluang ekonomi, serta layanan publik. Untuk mewujudkan hal tersebut, Komdigi terus memperkuat ekosistem digital melalui strategi 6C, yang meliputi Connectivity, Competency, Capital, Catalysis, Commerce, dan Compliance, guna meningkatkan daya saing digital Indonesia.
Pada sesi Keynote Speech, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, Ismail, menegaskan bahwa dunia telah memasuki era AI-Driven Economy, sehingga infrastruktur digital tidak lagi sekadar menjadi sarana komunikasi, tetapi menjadi fondasi utama peningkatan produktivitas, inovasi, dan daya saing nasional.
"Connectivity itu bukan lagi disiapkan untuk komunikasi. Kita sekarang masuk di dalam kondisi yang kita sebut AI-driven economy. Connectivity ini tidak lagi disiapkan untuk kepentingan koneksi, tapi lebih pada fondasi dasar untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan inovasi, dan national competitiveness," tegas Ismail.
Menurut Ismail, Indonesia telah memiliki fondasi infrastruktur digital yang kuat dengan jaringan fiber optik lebih dari satu juta kilometer dan lebih dari 131 ribu kilometer kabel laut. Ke depan, pemerintah akan berfokus pada peningkatan kualitas, kapasitas, dan ketahanan infrastruktur digital melalui percepatan implementasi 5G, penyediaan spektrum frekuensi yang memadai, kepastian regulasi, serta pembangunan infrastruktur bersama (common infrastructure) untuk mendukung pemanfaatan AI di berbagai sektor strategis.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan Non-Terrestrial Network (NTN) melalui integrasi jaringan terestrial dan satelit agar konektivitas digital dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia serta mendukung pemerataan manfaat transformasi digital.
"AI implementation itu harus kita upayakan narrowing the gap," ujar Ismail, seraya menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus mampu memperkecil kesenjangan digital dan menghadirkan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui DTI-CX 2026 ini, Komdigi menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam membangun infrastruktur digital yang tangguh, memperkuat ekosistem AI nasional, serta mewujudkan Indonesia Digital 2045 yang inklusif, produktif, aman, dan berdaya saing global.
Sumber : Humas Infrastruktur Digital