-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
Kemkominfo Fokus Wujudkan Dua Agenda Bidang Telekumunikasi
Bandung (SDPPI) - Untuk mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) baik dari sisi teknologi, bisnis, dan regulasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika sekarang fokus kepada dua agenda bidang telekomunikasi, yakni percepatan pembangunan pita lebar dan peningkatan efisiensi industri telekomunikasi.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam sambutannya pada Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel ke-71/2016 di Halaman Gedung PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Selasa (27/9).
Fokus pertama, percepatan pembangunan pitalebar, menurut Menkominfo dilaksanakan dengan membangun jaringan backbone seluruh Nusantara, baik melalui skema pembangunan oleh operator telekomunikasi maupun melalui program Kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) seperti proyek Palapa Ring.
Sedangkan dari sisi percepatan pembangunan jaringan akses pitalebar, pemerintah mempercepat pembangunan akses 4G, dan akan melakukan beberapa assignment jaringan akses pitalebar lainnya berbasis broadband spectrum frequency radio.
“Selain sisi jaringan, yaitu Palapa Ring dan jaringan 4G LTE, kita juga harus mengembangkan ekosistem lainnya, yaitu pada sektor perangkat (device) dan aplikasi,” kata Menkominfo.
Pada sisi perangkat, Kominfo bersama dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, juga telah menyusun dan menetapkan perhitungan investasi untuk memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk ponsel 4G yang beredar di Indonesia.
“Kita berusaha agar ketentuan TKDN juga berbasis perangkat lunak selain perangkat keras. Dengan memperbanyak desain peranti keras dan peranti lunak pada ponsel pintar, akan banyak paten teknologi ponsel di Indonesia.”
Dengan upaya-upaya itu, menurut Rudiantara, diharapkan nanti akan bermunculan design house atau bisnis lokal yang mendukung produsen produk telekomunikasi dalam merancang desain peranti keras dan peranti lunak pada sebuah ponsel pintar.
Pada gilirannya, Indonesia bukan hanya menjadi seperti tukang jahit dalam memproduksi gawai atau perangkat telekomunikasi, namun juga bertindak selaku designer, dengan nilai competitiveness yang lebih tinggi.
Selain jaringan pita lebar dan perangkat, Indonesia juga harus memiliki kekuatan dari sisi aplikasi informatika karena di sinilah terletak masa depan ekonomi kita. Aplikasi informatika akan memberikan kontribusi ekonomi kepada masyarakat secara menyeluruh, menjadi penentu daya saing global, dan menjaga keberlanjutan ekonomi nasional.
“Saat ini kita fokuskan pengembangan aplikasi mobile pada e-dagang (e-commerce), e-government, dan tatakelola keamanan siber (cyber security governance),” kata Menkominfo menjelaskan.
Hari Bhakti Postel
Pada kesempatan sama, Menkominfo juga mengingatkan bahwa Hari Bhakti Postel ini jangan semata-mata dimaknai dari sisi seremoni dan nostalgia semata, mengingat para pendahulu bangsa telah dengan gagah berani memperjuangkan hak kemerdekaan kita dengan sangat cerdas dan visioner.
“Mereka melihat bahwa sektor postel merupakan sektor strategis yang sangat penting bagi masa depan bangsa yang saat itu baru merdeka. Mereka juga tak mau terbuai oleh deklarasi kemerdekaan saja, melainkan langsung bertindak hanya sebulan setelah proklamasi dikumandangkan,” kata Menkominfo yang juga bertindak sebagai inspektur upacara.
Upacara Hari Bhakti Postel ke-71 dihadiri pegawai Kementerian Kominfo dan karyawan/karyawati penyelenggara pos dan telekomunikasi, serta para pejabat terkait dan tamu undangan.
Upacara juga diisi dengan penyematan dan penyerahan Piagam Tanda Kehormatan Presiden Rebublik Indonesia berupa Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Wirakarya oleh Menkominfo.
Kemudian penandatanganan Sampul Hari Pertama (SHP) Perangko Seri Satelit Indonesia, penandatangan memorandum of understanding (MOU) PT Pos Indonesia dengan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, penghargaan kepada Perkumpulan Filateli Indonesia, serta Penghargaan Karya Jasa kepada 2 (dua) karyawan Kantor Pos Batam atas jasanya menggagalkan perampokan dan menyelamatkan kekayaan negara.
(Sumber/foto : rst/bbg)