-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
DJID Tekankan Pentingnya Infrastruktur Digital dalam Transformasi Industri Berbasis AI
Jakarta (Infrastruktur Digital) — Infrastruktur digital yang andal, merata, dan aman menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi industri berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia. Penguatan konektivitas, pengelolaan spektrum frekuensi radio, standardisasi infrastruktur, serta regulasi yang adaptif diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional.
Hal tersebut disampaikan Adis Alifiawan, S.T., M.H., Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital, dalam keynote speech pada Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026, Selasa (13/10).
Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, dan penyedia teknologi dalam mempercepat adopsi Artificial Intelligence (AI), meningkatkan produktivitas, serta mendorong daya saing industri nasional. Mengusung tema “AI-Powered Industry: Shaping the Future of Intelligent Enterprise”, kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Transformasi Digital Industri Indonesia (WANTRII) bersama Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian serta PT Naganaya Indonesia Internasional ini berlangsung pada 13–14 Oktober 2026 di Bidakara Hotel, Jakarta
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa pemanfaatan AI, otomasi, dan Internet of Things (IoT) di sektor industri membutuhkan dukungan konektivitas yang andal, kapasitas jaringan yang memadai, serta sistem yang aman dan saling terhubung. Teknologi tersebut dapat meningkatkan efisiensi produksi, mendukung pemeliharaan prediktif, dan mempercepat pengambilan keputusan.
Menurutnya, konektivitas tidak lagi sekadar menyediakan akses internet, tetapi juga menjadi penggerak produktivitas, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pengembangan jaringan 4G dan 5G perlu terus diperkuat, disertai persiapan teknologi generasi berikutnya, termasuk 6G, serta pengelolaan spektrum frekuensi radio secara efisien sesuai kebutuhan industri.
Pemerintah juga terus mendorong pemerataan konektivitas melalui jaringan terestrial dan satelit. Dalam paparannya, disampaikan bahwa lebih dari 5.500 BTS 4G telah beroperasi melalui BAKTI di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sementara SATRIA-1 mendukung konektivitas di lebih dari 31 ribu titik layanan publik.
Selain infrastruktur, standardisasi perangkat, interoperabilitas, keamanan, dan penerapan prinsip AI Safety by Design menjadi aspek penting agar pemanfaatan AI berlangsung secara aman dan andal. Regulasi yang adaptif juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara kepastian hukum, inovasi, dan investasi.
Ia menegaskan bahwa transformasi industri berbasis AI membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, dan akademisi. Sinergi tersebut diharapkan dapat memastikan pembangunan infrastruktur digital sesuai dengan kebutuhan industri serta mendorong transformasi yang inklusif, aman, dan berkelanjutan bagi Indonesia.
Sumber/ Foto: Humas Infrastruktur Digital.