-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
Ditjen Infrastruktur Digital Kawal Keandalan Telekomunikasi di MotoGP Mandalika 2026
Kuta (Infrastruktur Digital) – Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan kesiapan layanan telekomunikasi dan pengelolaan spektrum frekuensi radio untuk mendukung kelancaran Pertamina Grand Prix of Indonesia MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026.
Dukungan tersebut mencakup pengamanan lebih dari 250 kebutuhan frekuensi radio untuk komunikasi tim balap, operasional dan keselamatan perlombaan, hingga penyiaran internasional. Selain itu, empat Base Transceiver Station (BTS) bergerak disiapkan untuk memperkuat kapasitas jaringan seluler bagi hingga 200 ribu penonton yang diperkirakan hadir.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meninjau langsung kesiapan tersebut pada Kamis (8/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh sistem komunikasi dapat beroperasi dengan baik, tanpa gangguan yang berpotensi menghambat jalannya balapan maupun layanan bagi pengunjung.
“Ajang internasional seperti MotoGP membutuhkan dukungan komunikasi yang andal. Mulai dari keselamatan pembalap, koordinasi penyelenggara, hingga penyiaran ke berbagai negara, semuanya bergantung pada pengelolaan frekuensi yang baik,” ujar Meutya.
Melalui Direktorat Pengendalian Infrastruktur Digital bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio dan Infrastruktur Digital Kelas I Mataram, Komdigi melakukan pengawasan dan pengendalian penggunaan frekuensi untuk mengantisipasi potensi interferensi atau gangguan antarsistem komunikasi. Sementara itu, penyiapan empat BTS bergerak dilakukan melalui koordinasi dengan operator seluler guna mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi selama ajang berlangsung.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sekaligus Vice Chairman MotoGP 2026, Ananda Mikola, menjelaskan bahwa frekuensi radio berperan penting dalam berbagai aspek perlombaan, tidak hanya untuk kebutuhan penyiaran.
Sistem komunikasi mendukung transmisi data telemetri sepeda motor agar tim teknis dapat memantau performa kendaraan, termasuk kondisi mesin, ban, dan suspensi. Frekuensi juga digunakan untuk komunikasi antara race control dan petugas lintasan dalam menyampaikan informasi serta merespons insiden demi keselamatan pembalap.
“Dukungan tim Komdigi sejauh ini sangat maksimal. Kami sangat mengapresiasi kesiapan dan kerja sama seluruh tim untuk memastikan kebutuhan teknis MotoGP Mandalika dapat terpenuhi,” ungkap Ananda.
Dalam peninjauan tersebut, Meutya turut berdialog dengan petugas Balmon SFR Mataram, Herlin Kurnia Wulandari, mengenai kesiapan pengawasan frekuensi dan langkah antisipasi gangguan komunikasi. Ia juga berkoordinasi dengan perwakilan penyelenggara dan menyapa dua pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama di kelas Moto3 dan Mario Suryo Aji di kelas Moto2, untuk memberikan dukungan menjelang balapan.
Meutya menegaskan, Komdigi akan terus memantau kondisi spektrum frekuensi radio dan layanan telekomunikasi selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika.
“Kami ingin memastikan seluruh sistem komunikasi bekerja dengan baik, balapan berlangsung aman, siaran ke dunia berjalan lancar, dan masyarakat dapat menikmati MotoGP Mandalika dengan nyaman,” pungkasnya.
Sumber/ Foto: Humas Infrastruktur Digital.