-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
Anak Muda NTT Disiapkan Jadi Penjaga Konektivitas Saat Bencana
Kupang (Infrastruktur Digital) — Bencana alam sering kali tidak dapat dipresiksi, gangguan jaringan komunikasi juga tidak dapat dihindari saat bencana terjadi. Bagi masyarakat, konektivitas menjadi kebutuhan penting untuk mendapatkan informasi, menghubungi keluarga, hingga mendukung koordinasi penanganan darurat. Karena itu, keberadaan tenaga lokal yang memahami cara membangun dan memulihkan jaringan menjadi semakin penting.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu alasan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital menghadirkan Program Talenta Fiber Optik Nusantara (LENTERA) 2026 di Nusa Tenggara Timur. Digelar di GOR Komitmen, Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, pada 19–20 Agustus 2026, program ini membekali 300 siswa SMK dengan keterampilan fiber optik sekaligus membuka jalan menuju dunia kerja.
“Bagi NTT, pelatihan ini tidak hanya berbicara tentang kabel, perangkat, dan teknik instalasi. Lebih jauh, LENTERA mendorong munculnya tenaga terampil dari daerah yang dapat ikut menjaga konektivitas masyarakat, termasuk ketika jaringan mengalami gangguan akibat bencana” ucap Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya Komdigi Raden Wijaya Kusumawardhana, Kamis (20/8/2026).
Selama dua hari, para peserta mendapatkan pembelajaran mengenai instalasi dan infrastruktur fiber optik. Mereka juga dibekali pemahaman mengenai pemeliharaan, identifikasi gangguan, serta keterampilan yang dapat mendukung proses pemulihan jaringan. Materi soft skill turut diberikan agar peserta memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja.
Menariknya, LENTERA tidak berhenti pada pelatihan. Para siswa juga diperkenalkan dengan peluang kerja dan magang di industri telekomunikasi.
Kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Digital dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Telekomunikasi (Apjatel) sebelumnya telah membuka kesempatan bagi peserta pelatihan untuk terhubung dengan perusahaan telekomunikasi.
“Bagi daerah seperti NTT, kehadiran talenta lokal juga memiliki nilai tambah. Tenaga terampil yang berasal dari daerah memiliki potensi untuk mendukung pembangunan dan pemeliharaan jaringan di wilayahnya sendiri” jelasnya.
Dalam situasi bencana, jaringan telekomunikasi memiliki fungsi yang jauh lebih besar daripada sekadar akses internet. Konektivitas memungkinkan masyarakat berkomunikasi, memperoleh informasi, dan menghubungi pihak yang membutuhkan bantuan. Di sisi lain, pemerintah dan operator membutuhkan jaringan untuk berkoordinasi dan memastikan layanan komunikasi tetap berjalan.
“Di sinilah keterampilan fiber optik menjadi relevan. Tenaga yang memahami jaringan dapat membantu melakukan identifikasi gangguan dan pekerjaan teknis yang diperlukan untuk mendukung pemulihan konektivitas bersama operator telekomunikasi dan pemangku kepentingan terkait. Karena itu, investasi pada talenta lokal pada akhirnya juga merupakan investasi pada ketahanan digital daerah” tambah Wijaya.
Penguatan kemampuan siswa juga didukung melalui rencana penyerahan bantuan peralatan fiber optik kepada sejumlah SMK dalam rangkaian LENTERA 2026. Peralatan tersebut diharapkan membuat pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi dapat dilanjutkan melalui praktik dengan perangkat yang sesuai kebutuhan lapangan.
Sinergi antara pemerintah, pemerintah daerah, sekolah, asosiasi, dan industri menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Sekolah menyiapkan talenta, industri memberikan gambaran kebutuhan dunia kerja, sementara pemerintah mendorong ekosistem dan fasilitasi yang mendukungnya.
“Pada akhirnya, LENTERA membawa pesan yang sederhana: ketika konektivitas semakin penting bagi kehidupan masyarakat, daerah juga membutuhkan anak-anak muda yang mampu menjaganya tetap terhubung” tutupnya.
Sumber/ Foto: Humas Infrastruktur Digital.