-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
Kabel Lebih Rapi, Kota Makin Nyaman: Yogyakarta Jadi Pilot Project Penataan Infrastruktur Digital Nasional
Yogyakarta (Infrastruktur Digital) – Upaya menghadirkan kota yang semakin rapi, nyaman, dan tetap terkoneksi memasuki tahap baru. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital bersama Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan penyelenggara telekomunikasi memulai akselerasi pilot project nasional penataan kabel udara telekomunikasi di kawasan cagar budaya Kota Yogyakarta.
Program ini akan mengalihkan jaringan kabel udara secara bertahap ke infrastruktur bawah tanah atau subsurface ducting, khususnya di koridor Beteng Kraton hingga Plengkung Nirbaya. Penataan tersebut diharapkan dapat menjaga kualitas layanan internet sekaligus meningkatkan kerapian visual kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto, mengatakan penataan kabel udara merupakan arahan Menteri Komunikasi dan Digital untuk menghadirkan percontohan penataan infrastruktur pasif telekomunikasi di kawasan perkotaan yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.
“Program penataan kabel udara ini lahir dari arahan Ibu Menteri Komunikasi dan Digital agar kita menghadirkan sebuah pilot project penataan infrastruktur pasif telekomunikasi di kawasan perkotaan yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Kawasan ini bukan sekadar ruang kota biasa, ini bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta,” ujar Wayan, Kamis (13/08/2026).
Bagi masyarakat, penataan ini bukan sekadar soal memindahkan kabel dari udara ke bawah tanah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang kota yang lebih tertata tanpa mengurangi akses masyarakat terhadap layanan internet yang kini telah menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari.
“Sekarang internet sudah menjadi kebutuhan dasar, sama dengan pangan dan sandang. Artinya, jangan sampai kita membuat suatu kebijakan tapi justru membunuh industri itu sendiri. Diupayakan kalau memungkinkan semua bisa tumbuh,” tegas Wayan.
Komdigi menargetkan groundbreaking awal dapat dilaksanakan pada momentum Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada Agustus 2026. Dalam pelaksanaannya, aspek keberlanjutan layanan menjadi perhatian utama agar proses penataan tidak mengganggu konektivitas masyarakat. Pemerintah juga mendorong skema yang terbuka dan sehat bagi industri sehingga penataan infrastruktur dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem telekomunikasi.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan apresiasi atas ditetapkannya Kota Yogyakarta sebagai lokasi percontohan nasional. Menurutnya, penataan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga karakter dan estetika kota.
Pemerintah Kota Yogyakarta juga siap menyinergikan program tersebut melalui Si Nopa (Sistem Penataan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi), sehingga proses penataan dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi.
Sebagai langkah awal, konsolidasi antara pemerintah dan industri dilanjutkan dengan survei lapangan bersama 19 perusahaan operator telekomunikasi nasional untuk melihat kondisi teknis jaringan di kawasan Beteng Kraton.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan industri, Yogyakarta diharapkan menjadi contoh bahwa pembangunan infrastruktur digital dapat berjalan beriringan dengan pelestarian kawasan bersejarah.
Dari kabel yang lebih tertata hingga konektivitas yang tetap terjaga, pilot project ini diarahkan untuk menghadirkan wajah kota yang lebih nyaman bagi masyarakat sekaligus menjadi acuan penataan infrastruktur digital di kawasan perkotaan dan cagar budaya lainnya di Indonesia.
Sumber/ Foto: Humas Infrastruktur Digital.