-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
Komdigi Tekankan Pentingnya Infrastruktur Digital untuk Perkuat Pertahanan Siber Nasional
Jakarta (Infrastruktur Digital) – Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Denny Setiawan menegaskan bahwa infrastruktur digital yang kuat dan berdaulat menjadi fondasi utama dalam memperkuat pertahanan siber nasional di era transformasi digital.
Hal tersebut disampaikan dalam ajang Cyber Defence Conference (CDC) 2026 yang mengangkat tema "Transformasi Digital dalam Pertahanan Nasional: Implementasi C5ISR untuk Kemandirian Teknologi dan Ketahanan Negara" di Bidakara, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Dalam konferensi tersebut, Denny Setiawan menjelaskan bahwa perkembangan teknologi seperti Kecerdasan Artifisial (AI) akan semakin berperan dalam mendeteksi ancaman siber dan membantu pengambilan keputusan strategis di sektor pertahanan. Namun, kemampuan AI tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan infrastruktur digital yang andal.
Menurut Denny, sistem pertahanan modern saat ini membutuhkan integrasi berbagai teknologi melalui konsep Command, Control, Communications, Computers, Cyber, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (C5ISR). Sistem ini memungkinkan pengelolaan informasi secara cepat dan real-time untuk mendukung keamanan negara.
"Hal yang paling penting adalah berdaulat. Ini selaras dengan visi Kementerian Pertahanan maupun TNI AD, yaitu bagaimana Indonesia dapat mandiri dan tidak bergantung pada satu pihak," ujar Denny.
Ia menegaskan bahwa kedaulatan digital bukan berarti menutup diri dari kerja sama internasional. Sebaliknya, Indonesia tetap terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, namun tetap memiliki kendali penuh terhadap infrastruktur digital yang bersifat strategis.
Dalam mendukung ekosistem digital nasional, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) tidak hanya berperan menyediakan infrastruktur telekomunikasi seperti jaringan backbone, backhaul, dan pusat data, tetapi juga memastikan seluruh sistem dapat beroperasi secara aman, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Denny juga menekankan bahwa AI membutuhkan konektivitas yang cepat, stabil, dan aman agar dapat memberikan manfaat secara maksimal.
"Keunggulan AI tidak hanya ditentukan oleh algoritma yang digunakan, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas infrastruktur digital yang mendukungnya," jelasnya.
Sebagai regulator, Komdigi memiliki peran penting dalam mengatur penyelenggaraan telekomunikasi melalui penerbitan perizinan, pengelolaan spektrum frekuensi radio, pemberian landing right, hingga penetapan standar teknis. Untuk memperkuat keamanan siber nasional, Komdigi juga terus menjalin kolaborasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Selain itu, Komdigi mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penerapan Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Upaya ini dilakukan agar talenta digital Indonesia memiliki daya saing yang lebih tinggi dan semakin banyak terserap di dunia kerja dalam negeri.
Menutup paparannya, Denny menegaskan bahwa Indonesia akan terus membuka ruang kerja sama global di bidang teknologi dan keamanan siber, namun tetap mengedepankan prinsip kemandirian dan keseimbangan.
"Kita harus berkolaborasi, tetapi secara berimbang. Indonesia harus memiliki keleluasaan untuk memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan nasional dan tidak bergantung hanya pada satu pihak," pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi, Wakil Komandan Pusat Siber Angkatan Darat (Pussiberad), Komandan Pussiberad, Komandan Satuan Siber TNI, Kaizen Collaborative Impact, serta para pemangku kepentingan lainnya di bidang pertahanan dan keamanan siber.
Sumber/ Foto: Humas Infrastruktur Digital.