-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
Komdigi Siapkan SDM Infrastruktur Digital untuk Hadirkan Layanan yang Lebih Berdampak bagi Masyarakat
Bandung (Infrastruktur Digital) – Upaya menghadirkan infrastruktur digital yang semakin merata dan bermanfaat bagi masyarakat tidak hanya bergantung pada pembangunan jaringan dan teknologi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Karena itu, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat kesiapan aparatur sipil negara (ASN) melalui Orientation Training CPNS Batch III Ditjen Infrastruktur Digital Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Pusdik Komplek TNI AD, Cimahi, Jawa Barat, Senin (31/08/2026), dibuka dan dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto. Program ini merupakan kerja sama Ditjen Infrastruktur Digital dengan Pusat Pendidikan Komunikasi dan Elektronika (Pusdikomlek) TNI AD serta Telkom Corporate University.
Melalui pembekalan tersebut, para CPNS dipersiapkan memiliki mentalitas, kedisiplinan, integritas, kemampuan berkolaborasi, serta kompetensi yang dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan infrastruktur digital nasional. Kompetensi tersebut pada akhirnya diarahkan untuk memperkuat kualitas kebijakan dan pelayanan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Wayan Toni Supriyanto menegaskan, keberhasilan pembangunan infrastruktur digital tidak cukup diukur dari seberapa luas jaringan dibangun. Yang lebih penting adalah sejauh mana konektivitas tersebut memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
Menindaklanjuti arahan Menteri Komunikasi dan Digital, Wayan mendorong perubahan paradigma dari sekadar memperluas coverage menuju meaningful connectivity, yakni konektivitas yang mampu membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, informasi, peluang ekonomi, dan berbagai layanan digital lainnya.
“Jabatan adalah amanah untuk melayani, bukan hak istimewa. Sinyal yang kita bangun harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memicu produktivitas ekonomi, serta meretas kesenjangan hingga ke pelosok negeri,” ujar Wayan.
Menurutnya, setiap kebijakan dan pembangunan infrastruktur digital harus bermuara pada kepentingan masyarakat. Karena itu, integritas dan kemauan untuk terus belajar menjadi modal penting bagi ASN dalam memastikan layanan dan kebijakan pemerintah mampu menjawab kebutuhan publik yang terus berkembang.
Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Ditjen Infrastruktur Digital Ervan Fathurokhman menyampaikan bahwa Ditjen Infrastruktur Digital memiliki peran strategis dalam memastikan ekosistem infrastruktur digital berjalan dari hulu hingga hilir, mulai dari regulasi, perizinan, pengendalian, akselerasi, hingga pengelolaan spektrum frekuensi radio dan satelit.
“Ukuran keberhasilan kita adalah apakah masyarakat sudah merasakan dampak positif dari kebijakan yang dijalankan. Melalui kegiatan ini, kita satukan visi dan perkuat kolaborasi seluruh jajaran, baik di pusat maupun daerah (nobody left behind),” ujar Ervan.
Dengan penguatan kapasitas ASN sejak awal masa pengabdian, Ditjen Infrastruktur Digital berharap para CPNS Batch III dapat menjadi bagian dari birokrasi yang mampu bekerja secara profesional, responsif, dan berorientasi pada hasil. Bekal tersebut diharapkan turut mempercepat terwujudnya infrastruktur digital yang tidak hanya tersedia, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas.
Pada akhirnya, investasi pada kualitas SDM pemerintah menjadi bagian penting dari upaya memastikan transformasi digital Indonesia berjalan inklusif. Ketika aparatur memiliki kompetensi dan integritas yang kuat, masyarakat diharapkan semakin merasakan hadirnya layanan digital yang lebih baik, konektivitas yang lebih merata, serta kebijakan yang menjawab kebutuhan hingga ke pelosok negeri.
Kegiatan yang berlangsung mulai 30 Agustus s.d 5 September ini diikuti oleh 62 peserta dari Kantor Pusat dan Unit Pelaksana Teknis Ditjen Infrastruktur Digital. Kurang lebih selama satu minggu para peserta akan diberikan pembekalan ilmu untuk bekerja dan berorganisasi yang berorientasi pada hasil yang berdampak untuk masyarakat.
Sumber/ Foto: Humas Infrastruktur Digital.