-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
Komdigi, Kemhan, dan TNI AU Perkuat Mitigasi Gangguan GNSS untuk Keselamatan Penerbangan
Jakarta (Infrastruktur Digital) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) memperkuat kolaborasi dalam memitigasi gangguan spektrum frekuensi radio pada layanan Global Navigation Satellite System (GNSS) yang dapat berdampak terhadap keselamatan penerbangan.
Upaya tersebut dilakukan melalui uji coba teknis perangkat anti-drone/jammer untuk mengetahui karakteristik pancaran serta dampaknya terhadap penerimaan sinyal GNSS.
GNSS merupakan sistem navigasi berbasis satelit yang menyediakan informasi posisi, navigasi, dan waktu yang digunakan dalam berbagai kebutuhan, termasuk mendukung operasional penerbangan. Keandalan sinyal GNSS menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan informasi navigasi dapat diterima secara optimal. Karena itu, gangguan atau interferensi terhadap sinyal GNSS perlu diidentifikasi dan ditangani secara tepat.
Pengujian dilakukan secara bersama oleh Komdigi dan TNI AU dengan melibatkan sejumlah perangkat, yakni perangkat anti-drone/jammer sebagai sumber pancaran, GNSS receiver portable untuk memantau respons dan parameter penerimaan GNSS, serta GNSS onboard pada pesawat sebagai representasi perangkat GNSS yang digunakan dalam operasional penerbangan.
Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital, Indra Maulana, menegaskan bahwa penanganan gangguan GNSS, khususnya yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan, membutuhkan dukungan pengukuran teknis dan kolaborasi lintas instansi.
“Melalui pengujian bersama ini, kita ingin mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai karakteristik pancaran perangkat dan dampaknya terhadap penerimaan sinyal GNSS. Hasilnya akan menjadi bahan analisis untuk memperkuat langkah mitigasi dan penanganan gangguan secara tepat,” ujar Indra, Rabu (30/9/2026).
Uji coba teknis dilaksanakan untuk memperoleh data dan karakteristik pancaran perangkat anti-drone/jammer, sekaligus melihat respons perangkat penerima GNSS terhadap pancaran tersebut. Hasil pengukuran dan pengujian akan menjadi bahan analisis dalam menindaklanjuti laporan gangguan GNSS pada layanan penerbangan, sekaligus menjadi acuan bersama dalam menentukan langkah mitigasi yang tepat.
Pelaksanaan uji coba teknis tersebut direncanakan berlangsung pada Rabu, 30 September 2026, di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan pemerintah dalam mengidentifikasi karakteristik gangguan sekaligus membangun mekanisme penanganan gangguan GNSS secara lebih terukur dan terkoordinasi.
Ke depan, Komdigi bersama Kemhan dan TNI AU akan memperkuat koordinasi dalam penanganan gangguan spektrum frekuensi radio pada layanan GNSS. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung terciptanya sistem pemantauan dan mitigasi yang semakin responsif, khususnya untuk menjaga keandalan navigasi dan keselamatan penerbangan.
Sumber/ Foto: Humas Infrastruktur Digital.