-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
Komdigi Dorong Penguatan Regulasi Satelit ASEAN dalam Menghadapi Perkembangan Teknologi LEO
Jakarta (Infrastruktur Digital) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan pentingnya penguatan kerja sama regional ASEAN dalam menghadapi perkembangan teknologi satelit dan komunikasi satelit orbit rendah bumi (LEO). Hal tersebut disampaikan dalam pelatihan regional mengenai regulasi satelit dan komunikasi satelit LEO yang digelar di Jakarta dan dihadiri regulator, delegasi, serta pemangku kepentingan dari berbagai negara ASEAN.
Direktur Penataan SFR, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital Komdigi, Adis Alifiawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta dan mitra internasional, di antaranya International Telecommunication Union (ITU), Bank Dunia, serta Pemerintah Inggris yang mendukung terselenggaranya pelatihan tersebut.
“Kami meyakini bahwa pendekatan ASEAN yang harmonis dalam regulasi satelit tidak hanya akan memberikan manfaat bagi masing-masing negara, tetapi juga memperkuat suara kolektif kita dalam forum internasional seperti WRC-27 dan proses ITU lainnya,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peringatan 50 tahun perjalanan satelit Indonesia. Pada tahun 1976, Indonesia mencatat sejarah sebagai salah satu negara pertama di Asia yang memiliki dan mengoperasikan satelit komunikasi domestik melalui peluncuran Palapa A1.
Selama lima dekade terakhir, Indonesia terus mengembangkan teknologi satelit untuk menjangkau lebih dari 17 ribu pulau dan melayani ratusan juta penduduk. Salah satu pencapaian penting ialah peluncuran SATRIA-1 sebagai satelit High Throughput Satellite (HTS) pertama Indonesia yang mendukung pemerataan konektivitas digital hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Selain itu, Indonesia juga menghadirkan Nusantara-5 yang memiliki kapasitas hingga 160 Gbps dan disebut sebagai salah satu satelit komunikasi dengan kapasitas terbesar di Asia. Satelit tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung layanan broadband dan konektivitas perusahaan di kawasan.
Sementara itu, Ms.Alanna Simpson menyampaikan bahwa teknologi satelit memiliki peran penting dalam memperluas akses digital di Asia Tenggara, khususnya bagi masyarakat yang belum terlayani jaringan internet.
“Teknologi satelit akan menjadi elemen penting dalam memperluas konektivitas bagi masyarakat yang belum terlayani, termasuk di wilayah pedesaan dan kawasan terpencil,” ujarnya.
Selain membahas perkembangan teknologi satelit orbit rendah bumi (LEO), forum ini juga menjadi wadah bagi para regulator ASEAN untuk berdiskusi mengenai tantangan baru di sektor satelit, termasuk isu perizinan, persaingan usaha, keamanan nasional, hingga keberlanjutan dan kedaulatan digital.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta penguatan kerja sama regional serta terbentuknya fondasi regulasi satelit yang mampu mendukung terwujudnya ASEAN digital yang inklusif, terhubung, dan tangguh.
Sumber/ Foto: Humas Infrastruktur Digital.