-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
Kemkomdigi Siapkan Talenta Muda Daerah, Pelatihan Fiber Optik Buka Peluang Kerja dan Perkuat Konektivitas Nasional
Medan (Infrastruktur Digital) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperkuat pembangunan infrastruktur digital yang tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Pelatihan Jaringan Fiber Optik bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang digelar di SMK Multi Karya Medan, Sumatera Utara, Sabtu (13/06/2026).
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital harus mampu menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat di daerah. Menurutnya, ke depan kebutuhan tenaga terampil untuk pembangunan dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi akan terus meningkat seiring berkembangnya konektivitas digital di seluruh Indonesia.
“Ke depan, jaringan-jaringan fiber optik di berbagai daerah diharapkan dapat dikelola oleh talenta-talenta lokal. Jika sumber daya manusia di daerah sudah memiliki kompetensi yang memadai, maka hal ini akan membuka lapangan kerja baru sekaligus memperkuat kemandirian daerah dalam mendukung konektivitas digital,” ujar Meutya.
Ia menjelaskan, tingginya penggunaan internet di Indonesia menjadi indikator penting meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur telekomunikasi yang andal. Dari sekitar 230 juta pengguna internet di Indonesia, mayoritas berasal dari kelompok usia muda yang menjadi pengguna aktif teknologi digital.
Karena itu, pemerintah mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berperan sebagai tenaga profesional yang mampu membangun, merawat, dan mengembangkan infrastruktur digital di wilayahnya masing-masing.
Pelatihan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) Kemkomdigi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mendukung percepatan pembangunan jaringan fixed broadband nasional. Pemerintah menargetkan penetrasi layanan fixed broadband mencapai 50 persen populasi Indonesia pada periode 2025–2029, meningkat dari capaian saat ini yang berada di kisaran 25 persen.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Wayan Toni Supriyanto, menekankan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur digital tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan perangkat dan jaringan, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia yang kompeten.
“Penggelaran infrastruktur digital tidak hanya soal perangkat dan kabel, tetapi juga sumber daya manusia. Pelatihan seperti ini menjadi langkah penting untuk menyiapkan tenaga-tenaga terampil yang nantinya dapat mendukung pembangunan dan pemeliharaan jaringan di daerah masing-masing,” jelasnya.
Menurut Wayan, perkembangan teknologi telekomunikasi yang semakin didominasi oleh jaringan fiber optik membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru di berbagai daerah. Kehadiran tenaga teknis lokal yang kompeten juga akan mendukung kebutuhan ribuan penyelenggara telekomunikasi di Indonesia dalam memperluas layanan konektivitas.
Pelatihan di Medan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas 20 siswa SMK Multi Karya Medan dan 20 siswa SMK Negeri 4 Medan. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai instalasi, penyambungan (splicing), pengujian, hingga pemeliharaan jaringan fiber optik sesuai standar kebutuhan industri telekomunikasi saat ini.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan vokasi, Kemkomdigi juga menyerahkan perangkat praktik instalasi fiber optik kepada kedua sekolah tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran dan peningkatan kompetensi siswa secara berkelanjutan.
Selain pelatihan tatap muka, peserta juga dapat memperdalam kemampuan melalui platform Learning Management System (LMS) yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital.
Melalui program ini, Kemkomdigi berharap semakin banyak talenta muda daerah yang memiliki keterampilan di bidang infrastruktur digital, sehingga mampu berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan konektivitas nasional sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru di daerah.