-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
Indonesia Connectivity Forum 2026, Wamenkomdigi Tekankan Pentingnya Konektivitas Digital yang Inklusif
Jakarta (Infrastruktur Digital) – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi Satelit Orbit Non-Geostasioner (Non-Geostationary Satellite Orbit/NGSO), khususnya satelit Low Earth Orbit (LEO), untuk mempercepat pemerataan konektivitas digital di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan Keynote Speech pada kegiatan Indonesia Connectivity Forum 2026 yang berlangsung di Park Hyatt Jakarta, Rabu (3/6).
Dalam keynote speech tersebut, Nezar menyampaikan bahwa Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pembangunan konektivitas digital. Saat ini, sekitar 98 persen populasi Indonesia telah terjangkau jaringan 4G/LTE.
“Ini menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi digital nasional sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam ekonomi digital nasional” ucap Nezar.
Meski demikian, Wamen Komdigi mengingatkan bahwa tantangan kesenjangan digital masih perlu mendapat perhatian. Tingkat penetrasi internet di wilayah perkotaan saat ini mencapai 84 persen, sementara di wilayah pedesaan berada pada kisaran 78 persen.
“Perbedaan tersebut menunjukkan masih perlunya upaya bersama untuk menghadirkan akses digital yang lebih merata bagi seluruh masyarakat” sambungnya.
Lebig lanjut, Ia menjelaskan sejalan dengan visi transformasi digital nasional yang berlandaskan pilar Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga, pemerintah terus mendorong perluasan akses dan peningkatan kualitas layanan digital yang inklusif. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan infrastruktur digital yang berkelanjutan serta berbagai program pemberdayaan masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal.
“Jaringan terestrial tetap menjadi tulang punggung konektivitas nasional. Namun, sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang beragam, Indonesia membutuhkan solusi tambahan yang mampu menjangkau wilayah-wilayah yang sulit dilayani oleh infrastruktur konvensional” jelas Nezar.
Dalam hal ini, teknologi NGSO dan satelit LEO dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas jangkauan layanan internet dengan kualitas yang baik dan biaya yang lebih efisien.
Selain memperluas akses, teknologi NGSO juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Kehadiran konektivitas yang andal dapat membuka peluang ekonomi baru, memperkuat perdagangan digital, meningkatkan kualitas layanan publik, memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, hingga mempercepat koordinasi dalam penanganan bencana dan kondisi darurat.
Untuk itu, Komdigi terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan guna mewujudkan teknologi NGSO yang mudah diakses, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Langkah tersebut mencakup pengembangan model pembiayaan yang inovatif, penguatan kemitraan pemerintah dan swasta, serta pengembangan teknologi yang selaras dengan karakteristik geografis nasional.
Diakhir sambutan, Nezar Patria menegaskan bahwa pengembangan konektivitas digital tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi semata, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Oleh karena itu, setiap inovasi perlu dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan guna mendukung pemerataan akses digital dan mempercepat transformasi digital nasional” tutupnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel bertajuk “Memperluas Akses Digital Indonesia melalui Ragam Konektivitas”. Diskusi menghadirkan Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital Adis Alifiawan, Head of Space & Development Access Partnership Hamza Hameed, Senior Digital Development Specialist East Asia and Pacific World Bank Jonathan Marskell, serta Associate Director of Research J-PAL Southeast Asia Poppy Widyasari.
Diskusi tersebut membahas berbagai pendekatan dalam memperluas akses digital di Indonesia melalui pemanfaatan beragam teknologi konektivitas. Para panelis juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, lembaga internasional, dan komunitas riset untuk membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
”Pemerintah terus mendorong terciptanya iklim yang mendukung investasi dan inovasi di sektor telekomunikasi. Menurutnya, pemerintah tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang membuka ruang kolaborasi bagi operator telekomunikasi dan pelaku usaha untuk menghadirkan berbagai solusi konektivitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat” jelas Adis Alifiawan.
Ia menambahkan bahwa inovasi dari operator dan sektor swasta menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pemerataan akses digital.
“Dengan dukungan regulasi yang adaptif dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan industri, diharapkan semakin banyak solusi konektivitas yang dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal, sehingga manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara lebih merata di seluruh Indonesia” ujarnya.
Sumber/ Foto: Humas Infrastruktur Digital.