-
Email:
Callcenter_djid@komdigi.go.id -
Call us:
159 -
Webmail:
Surel
- Beranda
- Informasi & Publikasi
- Informasi Terkini
Seputar DJID
DJID - NICTA Perkuat Harmonisasi Frekuensi di Wilayah Perbatasan Negara
Yogyakarta (Infrastruktur Digital) - Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital menggelar sidang The 3rd Technical Coordination Meeting (TCM) bersama National Information and Communications Technology Authority (NICTA), Papua Nugini. Kegiatan ini sebagai upaya memperkuat koordinasi penggunaan spektrum frekuensi radio di wilayah perbatasan kedua negara. Pertemuan tersebut membahas penguatan konektivitas, koordinasi spektrum frekuensi radio, hingga pertukaran pengalaman teknis antaradministrasi telekomunikasi.
Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital Adis Alifiawan menyampaiakn apresiasi atas kontribusi dan kolaborasi yang telah terjalin akan mampu memperkuat hubungan bilateral sekaligus mendukung pengembangan telekomunikasi di kawasan strategis.
“Tujuan dari rapat Technical Coordination Meeting (TCM) adalah untuk mengharmonisasikan penggunaan spektrum frekuensi radio antara Indonesia dan Papua Nugini, khususnya untuk penggunaan frekuensi di daerah perbatasan,” Ucap Adis, Selasa (19/05/2026).
Selain membahas koordinasi teknis, kedua belah pihak juga menyiapkan sejumlah tindak lanjut pasca-pertemuan. Langkah tersebut diantaranya korespondensi dan diskusi-diskusi lanjutan terkait isu-isu teknis, kerja sama dalam forum International, hingga kemungkinan pelaksanaan pengukuran lapangan apabila ditemukan kasus interferensi frekuensi.
Salah satu fokus pembahasan dalam sidang ini adalah harmonisasi penggunaan pita frekuensi 2,6 GHz pasca lelang yang diproyeksikan untuk pengembangan layanan 5G di wilayah Papua. Indonesia dan Papua Nugini berharap adanya kesepahaman teknis agar implementasi jaringan 5G di kawasan perbatasan dapat berjalan tanpa hambatan interferensi.
Pertukaran infromasi dan koordinasi yang berkelanjutan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi potensi gangguan serta menjaga kualitas layanan telekomunikasi lintas wilayah. Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama teknis dan komunikasi antarpihak ke depan.
“Harapan dari sisi teknis Indonesia dengan Papua Nugini memiliki pengaturan yang sama dan harmonis sehingga penggelaran 5G nanatinya di wilayah Papua Nugini menggunakan frekuensi 2,6 GHz pasca lelang tidak ada hambatan,” tutup Adis.
Melalui pertemuan ini, Indonesia dan Papua Nugini diharapkan dapat terus memperkuat kerja sama pengelolaan spektrum frekuensi radio guna mendukung konektivitas digital yang optimal di wilayah perbatasan sekaligus mempercepat pengembangan layanan telekomunikasi generasi terbaru.
Setelah kegiatan site visit ke RRI Kotabaru dan RRI Kaliurang Yogyakarta pertemuan koordinasi teknis bilateral berlangsung konstruktif dan produktif di Swiss-Belboutique Yogyakarta pada 19-21 Mei 2026. Pertemuan ini turut dihadiri Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital Adis Alifiawan, Direktur Teknologi dan Media Baru RRI Yogyakarta Muhamad Sujai, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Yogyakarta, Manager Frequency Coordination and Satelit NICTA Richard Nepau, dan delegasi lainnya.
Sumber/ Foto: Humas Infrastruktur Digital.